Skip to content

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGHADAPI DILEMA ETIK / MORAL DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

November 28, 2012

 

 

 
1.     Pengertian pengambilan keputusan
         Proses pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktik suatu profesi dan keberadaanya sangat penting karena akan menentukan tindakan selanjutnya.
                  Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:
 Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh
 Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus
 Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
 Wewenwng lebih bersifat rutinitas
 Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten.
 
2.     Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal :
       Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
       Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan.
       Perawatan berfokus pada ibu(women centered care) dan asuhan total( total care)
Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia pada umumnya disebabkan oleh 3 keterlambatan yaitu :
 Terlambat mengenali tanda – tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk memulai pertolongan
 Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan
 Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan.
 
3.     Empat  Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik.
 
TINGKATAN 1
Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau  pengalaman rekan kerja.
 
TINGKATAN 2
Peraturan      :berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi ,kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji). Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan  panduan praktek profesi.
 
TINGKATAN 3
Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:
a.     ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu.
b.     BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat terbaik untuk orang lain.
c.     NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain.
d.     JUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)
TINGKATAN 4
TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUUSAN
1.    Teori  Utilitarisme:
Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan ketidaksenangan.
2.      Teori Deontology
Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh bila berjanji ditepati, bila pinjam hrus dikembalikan
3.      Teori Hedonisme:
Menurut Aristippos , sesui kodratnya, setiap  manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan.
4.      Teori Eudemonisme:
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles , bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita
 
4.      Bentuk pengambilan keputusan :
–          Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain.
–          Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas.
–          Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan.
 
5.     Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan :
–          Mengenal dan mengidentifikasi masalah
–          Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang.
–          Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai.
–          Mempertimbangkan pilihan yang ada.
–          Mengevaluasi pilihan tersebut.
–          Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya.
 
6.     Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
o    Faktor fisik, didasarkan pada rasa yang dialami oleh tubuh sepeti rasa sakit,tidak                 nyamadankenikmatan.
  emosional, didasarkan pada perasaan atau sikap.
  Rasional, didasarkan pada pengetahuan
  Praktik, didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan dalam melaksanakanya.
  interpersonal, didasarkan pada pengrauh jarigan sosial yang ada
  struktural, didasarkan pada lingkup sosial,ekonomi dan politik.
 
7.     Dasar Pengambilan keputusan :
a.     Ketidak  sanggupan ( bersifat segera)
b.     Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan.
 
8.     Pengambilan  keputusan  yang  etis
Ciri 2nya:
1.Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah
2.Sering menyangkut pilihn yang sukar
3. Tidak mungkin dielakkan
4. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman,lingkungan sosial
 
9.     Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis :
1.     Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya, baik oleh sendiri atau dengan orang lain.
2.     Tetapkan hasil apa yang diinginkan.
3.     Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.
4.     Pilih solusi yang lebih baik. 
Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan.
Iklan

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: